Surabaya - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Surabaya meminta Walikota Tri Risma Harini tidak memberlakukan sekolah tatap muka sampai kondisi benar-benar aman dari penyebaran Covid-19.

Ketua PGRI Surabaya, Sumarto, mengatakan Covid-19 bukan hanya tentang pendidikan, namun juga mengenai nyawa manusia.

“Sekolah jangan dibuka untuk belejar tatap muka, sebelum pandemi ini berakhir," tegasnya, Kamis (20/08/2020).

PGRI telah melapor ke Dinas Pendidikan Surabaya terkait banyaknya guru dan tenaga kependidikan seperti, tenaga tata usaha, tenaga kebersihan dan tenaga keamanan meninggal dunia karena Covid-19. Data hingga 24 Juli 2020, tercatat sudah 35 orang guru dan tenaga pendidik meninggal karena Covid-19.

Jumlah itu, kian bertambah. Seorang petugas Tata Usaha SDN Bendul Merisi 1 Surabaya, atas nama Edy, meninggal dunia setelah sempat kritis sejak dinyatakan positif Covid-19.

"Kami mendapatkan kabar kembali satu guru di SDN Bendul Merisi meninggal akibat Covid-19. Total sudah ada 3 tenaga guru yang meninggal,” kata Sumarto.

Data PGRI Surabaya menyebutkan sebanyak 11 guru di SDN Ngagel 1 Surabaya terkonfirmasi positif Covid-19. SDN Ngagel 1 Surabaya dan SDN Bendul 1 Surabaya sedang lock down.