Surabaya - Pemprov Jatim akan menerbitkan surat keputusan yang mengatur tentang UMK Jatim 2021, Sabtu (21/11/2020).

Sebelumnya, Pemprov Jatim sudah menetapkan UMP Jatim 2021 sebesar Rp 1.868.777,08 atau naik 5,5 persen dari tahun 2020 yang sebesar Rp 1.768.000.

Meski demikian, besaran UMK Surabaya 2021, UMK Sidoarjo 2021 atau UMK Gresik 2021 sampai Sabtu sore masih belum diketahui.

Dalam paparan Gubernur Jawa Timur pada 1 November yang lalu dijelaskan penetapan UMP ini berdasar SE Menaker Nomor 11 Tahun 2020 tentang penetapan upah minimum tahun 2021 pada masa pandemi Covid-19.

"Jadi UMP kita sementara ini di bawah dari UMK terendah di Jatim. Ada sembilan kabupaten yang ketika dibandingkan dengan UMK di 38 kabupaten kota lain di Jatim menjadi yang terendah," kata Khofifah.

Sembilan daerah dengan UMK terendah itu adalah Kabupaten Sampang, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Magetan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi ( Disnakertrans) Jawa Timur, Himawan Estu Bagijo mengatakan kalau usulan besar upah minimum kabupaten/kota atau UMK 2021 sudah diserahkan kepada Gubernur Khofifah.
"Usulan ( UMK 2021) semua masuk," ujar Himawan.

Dalam usulan itu diketahui ada 17 daerah yang mengusulkan kenaikan UMK 2021. Sedangkan 21 daerah sisanya mengusulkan besaran yang diusulkan tetap sama dengan tahun sebelumnya.

Himawan juga menjelaskan kalau daerah Ring 1 Jatim yang meliputi Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, dan Pasuruan mengusulkan kenaikan UMK. "Ring 1 kompak naik. Saya tidak mau sebut (berapa usulannya)" ujarnya.

Di sisi lain, usulan tersebut bisa saja ditolak. Menurut dia Gubernur berwenang untuk mengembalikan jika usulan yang disampaikan tidak memiliki rasionalisasi yang kuat (tim;sk).